Sabtu, 05 Mei 2012

Penyakit Pada Ibu Hamil


BAB III
PEMBAHASAN

A.     Penyakit-penyakit yang Sering Terjadi pada Ibu Hamil diantaranya adalah
1.      Anemia (Kurang Darah)
Pengaruh Anemia pada kehamilan antara lain adalah:
a.       Menurunkan daya tahan ibu hamil, sehingga ibu hamil mudah sakit.
b.      Menghambat pertumbuhan janin, sehingga bayi lahir dengan BBLR.
c.       Persalinan prematur.
Bahaya yang terjadi pada kehamilan dengan anemia berat (HB kurang dari 6 gram persen) adalah kematian janin dalam kandungan, persalinan prematur pada kehamilan kurang dari 37 minggu, persalinan lama, dan terjadinya pendarahan pasca persalinan.
2.      Malaria
Keluhan yang dirasakan ibu hamil: panas tinggi, menggigil dan keluar keringat, sakit kepala, dan muntah-muntah. Bahaya yang terjadi: keguguran, kematian janin dalam kandungan, dan persalinan prematur.
3.   Tuberkulose Paru
Keluhan yang dirasakan ibu hamil: batuk lama tak sembuh-sembuh, nafsu makan berkurang, badan lemah dan semakin kurus, serta batuk darah. Bahaya yang dapat terjadi pada ibu hamil: keguguran, bayi lahir belum cukup bulan, dan janin mati dalam kandungan.
4.   Payah Jantung
Keluhan yang dirasakan ibu hamil: sesak napas, jantung berdebar, dada terasa berat kadang-kadang nyeri, nadi cepat, dan kaki bengkak. Bahaya yang dapat terjadi: payah jantung bertambah berat, kelahiran prematur, dalam persalinan kemungkinan bayi tidak segera menangis atau bahkan bayi dapat lahir mati.
5.   Kencing Manis
Dugaan kencing manis pada ibu hamil apabila:
a.      Ibu pernah mengalami beberapa kali kelahiran bayi besar (berat > 4.000 gram).
b.      Pernah mengalami kematian janin dalam minggu-minggu terakhir.
c.       Ditemukan glukosa dalam air seni (hasil pemeriksaan lab).
Bahaya yang dapat terjadi antara lain:
a.       Persalinan prematur.
b.      Hydramnion.
c.       Kelainan bawaan.
d.      Kelahiran bayi dengan berat badan > 4.000 gram.
e.       Kematian janin dalam kandungan dengan kehamilan minggu ke-36.
f.       Kematian bayi perinatal.

6.   HIV-AIDS
      Pada HIV terjadi gangguan pada sistem kekebalan tubuh dan ibu hamil mudah terkena infeksi. Kehamilan akan memperburuk progresivitas infeksi HIV, sebaliknya efek HIV pada kehamilan adalah pertumbuhan intra uterin terhambat dan berat lahir rendah, serta peningkatan kelahiran prematur.
      Bayi juga dapat tertular dalam kandungan atau tertular melalui air susu ibu. Wanita hamil yang menderita HIV akan ditangani secara khusus di rumah sakit pusat rujukan.

7.   Toksoplasmosis
      Suatu penyakit yang disebabkan oleh toksoplasmosis gondi. Pada orang dewasa kadang-kadang tidak memberikan gejala klinik yang spesifik. Maka pada diagnosis pada umumnya didapat melalui uji serologik (darah) rutin pada kehamilan muda, eksplorasi penyebab abortus yang berulang kali dan kelainan kongenital/cacat bawaan. Penularan melalui makanan mentah atau kurang masak, yang tercemar ekskreta/kotoran kucing yang terinfeksi. Bahaya yang dapat terjadi: infeksi pada kehamilan muda dapat menyebabkan abortus sedangkan infeksi pada kehamilan lanjut dapat menyebabkan kelainan continental (hydrosefalus).

8.      Preeklamsia
     Preeklamsia adalah suatu kondisi dimana tekanan darah meningkat selama masa kehamilan.  Bila tekanan darah meningkat, tubuh Anda menahan air, dan protein bisa ditemukan dalam urin.  Hal seperti ini juga disebut sebagai toxemia atau pregnancy induced hypertension (PIH).  Penyebab pasti terjadinya kasus preeklamsia tidak diketahui.

9.      Plasenta Previa
        Plasenta letaknya rendah dan dapat berlanjut sampai di trisemester ketiga Solusi plasenta : Adalah terlepasnya sebagian plasenta sebelum bayi lahir, penyebabnya terutama bila pasien menderita hipertensi, preeklamsia, kekurangan asam folat atau terjadi trauma (benturan). Bila kasus perdarahan solusi plasenta bayi masih hidup, harus segera dilakukan operasi caesar. Tapi bila bayi telah meninggal maka akan dicoba lahir dengan persalinan normal dengan pengawasan medis yang ketat.


B.     Upaya Pencegahan Timbulnya Penyakit pada Masa Kehamilan
Usaha untuk pencegahan  penyakit kehamilan  dan persalinan tergantung pada                berbagai faktor dan tidak semata-mata tergantung dari sudut medis atau kesehatan saja.  Faktor sosial ekonomi diduga sangat berpengaruh.  Karena pada umunya seseorang dengan  keadaan sosialekonomi rendah tidak akan terlepas dari kemiskinan, kebodohan dan  ketidaktahuan sehingga mempunyai kecenderungan untuk menikah pada usia muda dan tidak berpartisipasi dalam keluarga berencana.
Disamping itu keadaan sosial ekonomi yang rendah juga akan mengakibatkan gizi ibu dan perilaku pemanfaatan pelayanan kesehatan yang jelek. Transportasi yang baik disertai  dengan ketersediaannya pusat-pusat pelayanan yang bermutu akan dapat melayani ibu hamil untuk mendapatkan asuhan anenatal yang baik, cakupannya luas, dan jumlah pemeriksaan yang cukup.
Di negara maju setiap wanita hamil memeriksakan diri sekitar 15 kali selama kehamilannya. Sedangkan di Indonesia pada kehamilan resiko rendah dianggap cukup bila memeriksakan diri 4-5 kali.
Jadi secara garis besar dapat disimpulkan bahwa usaha yang dapat dilakukan untuk pencegahan penyulit pada kehamilan dan persalinan adalah :
1.  Asuhan antenatal yang baik dan bermutu bagi setiap wanita hamil.
2.  Peningkatan pelayanan, jaringan pelayanan dan sistem rujukan kesehatan.
3.  Peningkatan pelayanan gawat darurat sampai ke lini terdepan.
4. Peningkatan status wanita baik dalam pendidikan, gizi, masalah kesehatan wanita dan reproduksi dan peningkatan status sosial ekonominya. 
5.  Menurunkan tingkat fertilitas yang tinggi melalui program keluarga berencana

Tidak ada komentar:

Yang Populer